Review Jurnal - Daffa Ryan Pramadytha Salam (18/427726/PN/15506)

Resume Jurnal

Judul Jurnal : ESTABLISH THE PERCEPTION OF AGRICULTURAL EXTENSION WORKERS THROUGH CYBER EXTENSION AS THE MEDIA INFORMATION
Volume : Vol 1, No 1
Tahun : 2014
Penulis : Latarus Fangohoi , Sugiyanto , Keppi Sukesi , and Edi Dwi Cahyono
Reviewer : Daffa Ryan Pramadytha Salam
Tanggal : 22 Oktober 2019 

Latar Belakang

Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) berkembang dengan sangat cepat. Teknologi informasi menyediakan banyak variasi cara-cara alternatif dan prosedur yang membantu kebutuhan manusia. Maka dari itu, semua orang butuh mengikuti perkembangan teknologi dan mengembangkan kreativitas dalam mengatasi masalah-masalah di berbagai bidang. Perkembangan ini juga mempengaruhi peralihan paradigma dalam bidang penyuluhan agrikultur untuk menyediakan informasi kepada umum. 

Sebuah penyuluhan cyber adalah salah satu mekanisme perkembangan jaringan komunikasi, informasi, dan inovasi dalam sektor agrikultur yang dikembangkan pemerintah. Penyuluhan  cyber juga ditujukan untuk mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem komunikasi penyuluhan agrikultur. 

Hambatan-hambatan dalam akses TIK oleh pekerja penyuluhan dan petani masih signifikan. Hambatan tersebut termasuk keterampilan rendah, kesenjangan dalam pengertian informasi, tidak terbiasa dengan TIK, dan biaya teknologi. 

Keuntungan dari penggunaan komunikasi penyuluhan cyber adalah ketersediaan berkelanjutan informasi, akses kepada kebutuhan internasional. Hari ini, model komunikasi paling relevan adalah penggunaan penyuluhan cyber. Itu adalah perantara strategis dalam pelaksanaan penyuluhan untuk meningkatkan aksesibilitas informasi kepada petani, pekerja penyuluhan, peneliti, pemasok dan pemegang kepentingan lain-lain. 

Tujuan

Mempelajari ciri-ciri dari pekerja penyuluhan dan persepsi dalam penggunaan penyuluhan cyber untul membantu tugasnya. 

Metodologi

Riset ini menggunakan metode campuran dengan gabungan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Koleksi data dilaksanakan dengan metode survey. Dua disrik di Kabupaten Manokwari Selatan, Propinsi Papua Barat dipilih sebagai sampel. Penelitian dilaksanakan dari November 2016 sampai Februari 2017. 

Data yang digunakan adalah data utama dan data sekunder. Data utama terasosiasi dengan usia, edukasi, usia kerja, dan gawai yang digunakan. Data persepsi mengenai penyuluhan cyber termasuk keuntungan, kompleksitas, kenyamanan, konformitas, dan keuntungan diharapkan. 

Penelitian mendapatkan data utama melalui: (i) wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner, (ii) wawancara mendalam, (iii) diskusi grup, dan (iv) pengamatan di lapangan. Data sekunder diperoleh melalui dokumen dan informasi yang berhubung dengan penyuluhan cyber. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. 

Hasil

1. Ciri-ciri pekerja penyuluhan

Peneliti mengamati bahwa ciri-ciri pekerja penyuluhan sangat bervariasi. Pekerja penyuluhan di Kabupaten Manokwari Selatan kebanyakan berusia diantara 40 dan 48 tahun (59%), berpendidikan SMA (73%), masa kerja 5-10 tahun (77%), memiliki persepsi positif mengenai penyuluhan cyber (95%), dan menggunakan smartphone (100%). 

2. Persepsi pekerja penyuluhan

Dari 22 pekerja penyuluhan yang diwawancarai, 19 menyatakan bahwa penyuluhan cyber berguna, 14 menyatakan bahwa penyuluhan cyber secara relatif kompleks, dan 17 menyatakan bahwa penyuluhan cyber menyediakan kenyamanan. 11 memiliki persepsi tinggi dari segi kemudahan, kecocokan, dan keuntungan yang diharapkan dan jumlah yang sama memiliki persepsi rendah dalam segi yang sama. 

Persepsi tentunya tidak bisa dilihat secara statistik. Persepsi pekerja penyuluhan dalam penyuluhan cyber memiliki hubungan dekat dengan pengalaman pengertian TIK dan keuntungan. Beberapa hal dapat membangun persepsi positif dalam penyuluhan cyber: 

i. Pengalaman dalam penggunaan internet melalui komputer. 
ii. Intensitas dan kualitas penyuluhan menggunakan media komunikasi dan informasi
iii. Pekerja penyuluhan yang mengikuti pelatihan dalam bidang TIK.
iv. Motivasi tinggi pekerja penyuluhan. 

Kesimpulan 

Walaupun kemudahan, kecocokan, dan variabel keuntungan menunjukkan persepsi netral. Ini berarti bahwa pekerja penyuluhan tidak menunjukkan tanggapan signifikan yang berhubungan dengan persepsi penyuluhan cyber. 

Para pekerja penyuluhan perlu meningkatkan kompetensi melalui aktivitas seperti diskusi, pelatihan, pembelajaran sendiri, dan peningkatan bermotivasi saat kerja. 

Kelebihan

1. Dasar teori yang tepat. 

Kekurangan 

1. Analisis peneliti kurang
2. Penjelasan yang kurang mengenai penjelasan penggunaan variabel-variabel dalam persepsi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jurnal - Siti Rhahmah

Review jurnal- Karta Wijaya