Resume Jurnal - Irna Auliauzzakia
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PROGRAM SL-PTT
(Kasus Kelompok Tani di Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara)
Irna Auliauzzakia
18/424311/PN/15351
Golongan B5/Kelompok 4
Indonesia adalah negara
agraris sehingga pertanian merupakan sektor penting dalam meningkatkan
kesejahteraan kehidupan masyarakat. Saat ini, Indonesia sedang mengupayakan
pengembangan dan penerapan pertanian organik dalam mewujudkan pertanian modern
menuju pertanian mandiri dan sejahtera. Pembangunan pertanian ini, dapat
diterapkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian yang
didukung oleh peranan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang
ada. Menurut Badan Pusat Statistik, selama sepuluh tahun terakhir kondisi
sektor pertanian Indonesia terus menurun baik dari sektor produksi, luas lahan,
dan juga SDM-nya.
Upaya pembangunan
pertanian berhubungan erat dengan pengembangan sumber daya manusia terutama
petani sebagai pelaku utama. Departemen Pertanian meluncurkan Program Sekolah
Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang merupakan program nasional
pemerintah Indonesia sejak tahun 2008. Program SL-PTT memiliki tujuan utama
untuk mempercepat peralihan teknologi dari peneliti dan narasumber kemudian
berlangsung secara alamiah dari alumni SL-PTT kepada petani lainnya dan sampai
akhirnya tercapai peningkatan kemandirian pangan nasional khususnya padi,
pendapatan dan kesejahteraan petani.
Kegiatan SL-PTT sudah
berlangsung dari tahun ke tahun di Kecamatan Kerkap namun produktivitas padi
masih di bawah target 100 kuintal per hektar, perlu upaya peningkatan produksi
dan produktivitas penerapan teknologi secara terpadu. Hal ini mungkin ada
hubungannya dengan komunikasi yang berlangsung antara penyuluh sebagai
penyampai pesan dengan petani sebagai penerima pesannya. Komunikasi memegang
kunci penting karena kegiatan penyuluhan pertanian itu sendiri adalah kegiatan
komunikasi. Komunikasi dapat menentukan efektivitas kegiatan penyuluhan
pertanian dan merupakan suatu alat yang digunakan dalam proses kegiatan
penyuluhan SL-PTT. Efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh banyak faktor
seperti: pesan, komunikasi dan karakteristik petani. Karakteristik petani dapat
berupa umur, tingkat pendidikan, luas lahan, konsumsi media, dan frekuensi
mengikuti penyuluhan.
Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan pada anggota kelompok tani di Kecamatan Kerkap
Kabupaten Bengkulu Utara yang terdiri dari 33 kelompok tani yang mengikuti
program SL-PTT yang berjumlah 856 orang dapat disimpulkan bahwa efektivitas
komunikasi penyuluhan pertanian dalam program SL-PTT di Kecamatan Kerkap
Kabupaten Bengkulu Utara tergolong cukup efektif. Umur berhubungan signifikan
dengan efektivitas komunikasi antara penyuluh dengan petani. Tingkat pendidikan
berhubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi antara penyuluh dengan
petani. Luas lahan berhubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi antara
penyuluh dengan petani. Konsumsi media berhubungan signifikan dengan
efektivitas komunikasi antara penyuluh dengan petani. Frekuensi mengikuti
penyuluhan berhubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi antara penyuluh
dengan petani. Karakteristik petani yang paling dominan berhubungan dengan
efektivitas komunikasi adalah tingkat pendidikan petani dan frekuensi mengikuti
penyuluhan.
Sumber:
Narti,
S. 2015. Hubungan karakteristik petani dengan efektivitas komunikasi penyuluhan
pertanian dalam program SL-PTT (kasus kelompok tani di Kecamatan Kerkap
Kabupaten Bengkulu Utara). Jurnal Professional Fis Unived 2: 40 – 52
Komentar
Posting Komentar