Review Jurnal - Antonius Gilang K.
Kapasitas Penyuluh Pertanian Dalam Upaya
Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Jawa Timur
Nama : Antonius Gilang K.
NIM : 18/427863/PN/15643
LATAR BELAKANG
Provinsi Jawa Timur merupakan salah
satu lumbung pangan nasional dan juga sebagai penyedia produk-produk pertanian
lainnya seperti hortikultura dan perkebunan. Oleh karena itu penguatan sektor
pertanian melalui program peningkatan produktifitas perlu dilakukan dimana
salah satunya berhubungan dengan peran penyuluh pertanian. Kinerja penyuluh
pertanian dalam rangka peningkatan produksi pertanian Di Jawa Timur memiliki
kategori sangat baik. Strategi Kebijakan Penyuluhan yang tepat untuk
meningkatkan produktivitas pertanian yaitu meningkatkan program-program terkait
kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh serta perbaikan kelembagaan
kelompok tani. Tujuan yang harus dicapai adalah peningkatan mutu penyuluhan
pertanian, sasaran dari tujuan tersebut adalah peningkatan kualitas dan
kuantitas penyuluh melalui pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan
kelompok tani adalah meningkatkan program-program terkait kelembagaan,
kuantitas dan kualitas penyuluh serta perbaikan kelembagaan kelompok tani.
TUJUAN
Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengukur kinerja
penyuluh pertanian dalam rangka meningkatkan produktifitas pertanian di daerah Jawa
Timur.
METODE PENELITIAN
Metode
penelitian yang dilakukan penulis adalah pendekatan/metode deskriptif, analitik dan korelasional.
Daerah penelitian dilaksanakan secara purposive method pada 4 (empat) kabupaten
di Jawa Timur, yaitu Jember, Banyuwangi, Nganjuk, dan Kediri, Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Wawancara, b.Kuesioner, c. Observasi dan d. Studi Pustaka.
HASIL PENELITIAN
Penilaian
kinerja penyuluh pertanian berdasarkan pada SK. Menteri Pertanian No. 671 tahun
2006 yang berisi tentang 9 (Sembilan) indikator keberhasilan penyuluh pertanian sebagai
berikut :
1. Tersusunnya
program penyuluhan pertanian sesuai dengan kebutuhan petani (BPP
Kabupaten/Kota) didapatkan Sangat Baik
2. Tersusunnya
rencana kerja penyuluhan pertanian di wilayah kerja masing-masing didapatkan Sangat
Baik.
3. Tersedianya
data peta wilayah untuk pengembangan teknologi spesifik lokasi sesuai dengan
pengwilayahan komoditas unggulan didapatkan Sangat Baik.
4. Terdiseminasinya
informasi teknologi pertanian secara merata dan sesuai dengan kebutuhan petani didapatkan
Sangat Baik.
5. Tumbuh
kembangnya keberdayaan dan kemandirian petani, kelompoktani, kelompok
usaha/asosiasi dan usaha formal (koperasi dan usaha formal lainnya) didapatkan Sangat
Baik.
6. Terwujudnya
kemitraan usaha antara petani dengan pengusaha yang saling menguntungkan didapatkan
Kurang Baik.
7. Terwujudnya
akses petani ke lembaga keuangan, informasi sarana produksi pertanian dan
pemasaran didapatkan Baik.
8. Meningkatnya
produktifitas agribisnis komoditas unggulan di masing-masing wilayah kerja didapatkan
Baik.
9. Meningkatnya
pendapatan dan kesejahteraan petani di masing-masing wilayah didapatkan Kurang Baik.
Dari rangkuman hasil penilaian seluruh
indikator didapatka bahwa total skor untuk keseluruhan indikator berjumlah 850,
dimana skor ini berada pada range berkategori sangat baik. Hal ini berarti
menunjukkan bahwa kinerja para Penyuluh Pertanian di Jawa Timur sudah sangat
baik. Meskipun demikian masih ada beberapa pekerjaan rumah bagi para penyuluh
untuk lebih meningkatkan kinerja mereka terutama dalam hal mengembangkan
jalinan kemitraan usaha antara petani dengan pengusaha yang saling
menguntungkan agar akses petani ke lembaga keuangan lebih mudah sehingga
informasi saprodi pertanian dan pemasaran bisa diimplementasikan oleh seluruh
kelompok tani. Dengan demikian petani dapat berdaya dan mandiri dalam
mengupayakan agribisnis komoditas unggulan lebih meningkat dengan pesat.
KESIMPULAN
Dari hasil yang didapatkan, dapat
disimpulkan bahwa kinerja penyuluh pertanian memiliki kategori sangat baik
dimana strategi kebijakan penyuluhan yang tepat adalah dengan meningkatkan
program-program terkait kelembagaan, kuantitas dan kualitas penyuluh serta
perbaikan kelembagaan kelompok tani. Oleh karena itu maka rekomendasi yang
dapat diajukan sebagai perbaikan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur
adalah sebagai berikut: a. meningkatkan kapasitas penyuluh dengan menambah
kegiatan TOT atau Bimbingan Teknis terkait teknik komunikasi penyuluhan yang
efektif, b. memperbaiki sistem anggaran penyuluhan berbasis aktivitas, c.
pelatihan penyuluh untuk membuat laporan kegiatan penyuluhan dan laporan
pertanggungjawaban keuangan
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN JURNAL
Kelebihan dari jurnal ini adalah
masalah yang dipaparkan dalam jurnal disampaikan secara ringkas dan sederhana sehingga
mudah dipahami lalu data yang didapatkan disajikan dengan jelas dan lengkap. Kekurangan
dari jurnal ini masih banyak terdapat kesalahan pengeejaan kata dan kesalahan
tulis lalu terdapat beberapa kalimat yang susunannya membuat pembaca bingung ketika
membacanya.
DAFTAR
PUSTAKA
Sunartomo A.F, 2016, Kapasitas
Penyuluh Pertanian dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Jawa
Timur, Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (5) : 125-137
Komentar
Posting Komentar