Review Jurnal - Asiyah Mulyaningrum


Penerapan Metode Komunikasi oleh Penyuluh Pertanian pada Kelompok Tani Gemah Rifah I Desa Jamur Labu Kecamatan Rantau Aceh Tamiang
(Asiyah M. W. A. / 18/430436/PN/15753)

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berkontribusi dalam pembangunan nasional. Peran sektor pertanian, antara lain membuka lapangan pekerjaan, sumber devisa negara, sumber bahan pangan dan bahan baku industri, serta pendorong bergeraknya sektor-sektor ekonomi kreatif lainnya. Namun pada saat ini, peran pertanian semakin berkurang akibat potensi sumber daya alam yang tersedia tidak sebanding dengan sumber daya manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan pertanian agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mengarahkan petani melaksanakan adopsi inovasi pertanian untuk memproduksi produk pangan secara maksimal. Kegiatan penyuluhan pertanian dilakukan oleh penyuluh pertanian.
Penyuluh pertanian merupakan seseorang yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan penyuluhan pertanian. Kegiatan penyuluhan pertanian mengalami proses komunikasi pengiriman pesan oleh penyuluh kepada petani, tetapi dalam proses pengiriman tersebut dibutuhkan suatu keterampilan dalam memaknai pesan supaya tidak terjadi kesalahan dalam pertukaran informasi. Secara umum, terdapat empat faktor yang menghambat komunikasi dalam penyuluhan pertanian, yaitu masalah dalam penyampaian pesan, masalah dalam pengembangan pesan, masalah dalam menerima pesan, dan masalah dalam menafsirkan pesan.
Pada kegiatan penyuluhan pertanian perlu ditentukan metode – metode yang efektif agar pesan inovasi dari kegiatan penyuluhan dapat diterima dan diaplikasikan oleh target atau penerima manfaat. Rangkaian metode penyuluhan tersebut juga perlu dirancang secara menarik agar anggota kelompok tani memiliki daya tarik untuk selalu mengikuti penyuluhan. Metode tersebut telah diterapkan oleh penyuluh pertanian di kelompok tani Gemah Rifah I, Desa Jamur Labu, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan tingkat pendapatan ekonomi petani yang mengalami peningkatan dikarenakan pola usaha petani tersebut tidak hanya satu jenis komoditi saja, tetapi lebih dari satu jenis usaha, seperti sawah, kebun, ternak dan perikanan.
Proses penerapan metode penyuluhan pertanian oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di kelompok tani Gemah Rifah I dimulai dari persiapan materi penyuluhan yang mengacu pada kebutuhan lapangan. Alat bantu, alat peraga dan media penyuluhan yang disiapkan oleh PPL Desa Jamur Labu, antara lain lembaran persiapan penyuluhan, alat tulis yang beragam warna, projektor untuk memproyeksikan film penyuluhan, dan peta singkap. Peta singkap adalah sekumpulan poster selebar kertas koran yang digabungkan menjadi satu. Penyebaran materi menggunakan peta singkap bertujuan untuk menjelaskan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pertanian secara sistematis. Peta singkap yang sering dibawakan oleh PPL kelompok tani Gemah Rifah I adalah peta singkap padi, jagung dan kedelai.
Metode penyuluhan pertanian yang dilaksanakan oleh PPL kelompok tani Gemah Rifah I mengacu pada proses perubahan kognitif (pengetahuan), perubahan afektif (sikap), perubahan psikomotor (keterampilan). Secara teknis keterampilan bertani, anggota kelompok tani Gemah Rifah I sudah berhasil. Hal tersebut dikarenakan berbagai macam teknologi pertanian yang cocok telah diberikan oleh penyuluh pertanian dan kemudian diterapkan oleh anggota kelompok tani. Salah satu teknologi yang sudah berhasil adalah sistem tanam padi legowo 2:1.
Penyuluh pertanian di desa tersebut juga menggunakan metode komunikasi pendekatan kelompok dengan cara melakukan pertemuan kelompok secara rutin. Pertemuan Kelompok tani Gemah Rifah I terdiri dari dua tempat, yaitu saung tani dan lapangan.  Pertemuan kelompok tani di saung tani merupakan pertemuan rutin. Pada pertemuan ini, PPL menyampaikan materi yang sudah disepakati bersama dengan anggota kelompok tani dengan menggunakan bantuan peta singkap. Penyebaran materi melalui peta singkap akan efektif bila disampaikan kepada kelompok tani dengan anggota antara 5-35 orang. Pada pertemuan tersebut terjadi interaksi antara penyuluh dengan anggota kelompok tani. Interaksi juga terjadi antar anggota kelompok, sehingga juga terjadi diskusi bersama dalam rangka menyatukan sikap, perilaku dan keterampilan dalam usaha tani. Selain itu, terdapat faktor-faktor lainnya yang berpengaruh dalam penerapan metode penyuluhan yaitu ketersediaan sarana-sarana produksi, ketersediaan tenaga penyuluh, dan ketersediaan lapangan pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA
Kamaruzzaman. 2016. Penerapan Metode Komunikasi oleh Penyuluh Pertanian pada Kelompok Tani Gemah Rifah I Desa Jamur Labu Kecamatan Rantau Aceh Tamiang. Jurnal Simbolika 2 (2) : 212-223.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review jurnal- Karta Wijaya

Review Jurnal - Daffa Ryan Pramadytha Salam (18/427726/PN/15506)

REVIEW JURNAL