Review Jurnal - Fatkhul Mu'awanah


Nama : Fatkhul Mu’awanah
NIM : 18/430440/PN/15757
Golongan: B5

PERAN PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI KOMUNIKATOR DALAM PENERAPAN USAHA PERTANIAN LAHAN SEMPIT DI DESA HUKURILA KOTAMADYA AMBON

Komunikasi memiliki peran yang penting dalam kehidupan baik bagi individu, relasi, kelompok, organisasi, maupun masyarakat yang berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan diri kepada orang lain maupun untuk mempengaruhi orang lain. Komunikasi memiliki tiga fungsi dasar yaitu mengetahui peluang-peluang yang ada di lingkungan untuk dimanfaatkan dalam kehidupan, sebagai upaya bagi manusia untuk beradaptasi dengan lingkungan, dan sebagai upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi budaya. Secara umum, komunikasi dapat berdampak pada tiga aspek yaitu kognitif (menyangkut kesadaran dan pengetahuan), afektif (menyangkut sikap atau perasaan dan emosi), dan konatif atau psikomotorik (menyangkut perilaku atau tindakan).
Penyuluhan merupakan kegiatan penyebaran informasi, penerangan atau penjelasan, pendidikan non fomal, perubahan perilaku, rekayasa sosial, pemasaran inovasi teknis maupun sosial, perubahan sosial (perilaku, individu, nilai-nilai, hubungan antara individu, kelembagaan), pemberdayaan masyarakat, serta penguatan komunitas. Penyuluhan pertanian ditujukan kepada petani. Tujuannya yaitu agar petani memiliki kemandirian dan kebebasan dalam menggunakan pesan dan informasi teknologi maupun inovasi, sehingga menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien yang diharapkan dapat tercapai kehidupan yang lebih baik.
Peneliti melakukan penelitian terhadap kelompok tani di desa Hokurila, kecamatan Leitimur Selatan, kotamadya Ambon yang telah dijadikan sebagai tempat pelaksanaan penerapan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas peran penyuluh pertanian dalam penerapan model kawasan rumah pangan lestari dalam hubungannya dengan usaha pertanian lahan sempit yang dilakukan oleh kelompok tani di desa Hukurila, kotamadya Ambon. Penelitian dilakukan selama 2 bulan maluai dari 18 Maret sampai 18 Mei 2014. Populasi dalam penelitian yaitu 43 orang yang terdiri dari kelompok tani dan penyuluh pertanian yang diantaranya kelompok tani 34 orang di desa Hukurila, 9 orang penyuluh pertanian yang terdiri dari 6 orang dengan lokasi tugas di wilayah kecamatan Leitimur Selatan, kotamadya Ambon, dan 3 orang dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku. Teknik penelitian menggunakan metode pemberian kuesioner kepada responden dan wawancara mengenai peran penyuluh pertanian yang meliputi kemampuan menyusun program, menyusun rencana kerja, dan membimbing anggota kelompok tani. Analisis data yang digunakan yaitu analisis inferensial, yaitu analisis berganda dengan tiga predictor.
Hasil penelitian disajikan dalam grafik yang menunjukkan bahwa sebagian besar kelompok tani sangat tertarik dan antusias dengan penerapan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), yang merupakan suatu bentuk kegiatan dengan prinsip dan tindakan untuk upaya pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan guna memenuhi kebutuhan pangan lokal dan gizi keluarga, serta peningkatan pendapatan  yang dapat meningkatkan kesejahteraan. Data hasil penelitian dilakukan analisis regresi yang menunjukkan bahwa dalam penerapan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) hanya kegiatan kemampuan menyusun program dengan indikator yang sesuai dengan kebutuhan usaha pertanian, minat dari kelompok tani, dan kepentingan penyuluh dalam memacu semangat kerja, yang hasilnya signifikan. Penyuluh pertanian diharapkan tidak hanya mampu menyusun progaram yang sesuai dengan kebutuhan kelompok tani saja, tetapi juga mampu menyusun dan melaksanakan rencana program kerja yang meliputi rencana usaha kelompok, rencana definitif kelompok, dan rencana definitif kebutuhan kelompok tani agar kegiatan pengembangan kelembagaan kelompok tani dapat berjalan maksimal.  Akan tetapi pada percobaan ini belum menunjukkan adanya pengaruh yang nyata karena kelompok tani yang dibina adalah kelompok tani kelas pemula yang masih membutuhkan banyak bimbingan untuk meningkatkan kelas kemampuan kelompok lainnya.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam penerapan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) tingkat keefektivitasannya belum optimal  dalam pengembangan usaha pertanian pada lahan sempit, sehingga diharapkan untuk meningkatkan kinerjanya menjadi lebih optimal.
Sumber: Amahorseya, R. M., H. Cangara, dan S. Sjam. 2014. Peran penyuluh pertanian sebagai komunikator dalam penerapan usaha pertanian lahan sempit di desa Hukurila kotamadya Ambon. Jurnal Komunikasi Kareba. 3(4) : 249-256.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review jurnal- Karta Wijaya

Review Jurnal - Daffa Ryan Pramadytha Salam (18/427726/PN/15506)

REVIEW JURNAL