Review Jurnal - Iftitakhul Khussaini



 PERAN PENYULUH TERHADAP PENGUATAN KELOMPOK TANI DAN REGENERASI PETANI DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT
Nama: Iftitakhul Khussaini
NIM: 18/430391/PN/15708
Gol : B5

            Sektor pertanian di masa sekarang dihadapkan pada beberapa tantangan. Tantangan pertama yaitu sektor pertanian kurang diminati oleh generasi muda. Hal tersebut mengakibatkan semakin menurunnya jumlah petani dan berkurangnya tenaga kerja bidang pertanian. Tantangan selanjutnya yaitu kondisi petani yang memerlukan peningkatan kemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis. Selain itu petani dihadapkan dengan adanya liberalisasi perdagangan internasional serta Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).  Maka dari itu tantangan tersebut perlu diatasi dengan cara penguatan kelembagaan masyarakat lokal dengan pendekatan pembangunan ekonomi berbasis pertanian, hal tersebut dapat dilakukan dengan penguatan peran penyuluh dalam kegiatan penyuluhan dan pembinaan kelompok tani.
            Pembinaan kelompok tani bertujuan agar para petani dapat menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani secara lebih efektif, serta memudahkan dalam mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya. Jumlah petani semakin lama semakin menurun dalam sepuluh tahun terakhir, penurunan terjadi sekitar 15%. Maka dari itu perlu diadakannya regenerasi petani agar kualitas sumber daya alam dan manusia dapat ditingkatkan.
            Penyuluh pertanian memiliki beberapa peranan yaitu sebagai pendamping teknis, pelatih, serta media transfer teknologi dan informasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wardani dan Oeng(2018) Petani di Caringin, Bogor menilai bahwa peran penyuluh terhadap penguatan kelompok tani tinggi. Petani di Caringin juga menilai penguatan kelompok tani, kemandirian kelompok tani, dan regenerasi petani tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena kegiatan nyata yang dilaksanakan oleh penyuluh pertanian hampir merata pada semua perannya serta terdapat faktor lainnya.
            Minat sektor pertanian di Bogor tinggi dikarenakan petani mengalami kemudahan dalam mendapatkan informasi harga dan pasar. Lokasi Bogor yang dekat dengan ibukota menyebabkan besarnya jumlah konsumen sehingga menjadi penyebab lancarnya penjualan hasil pertanian. Peran penyuluh terhadap penguatan kelompok tani dapat dilakukan dengan cara memfasilitasi kelompok dalam proses belajar mengajar, peningkatan kemampuan anggota dalam melaksanakan tugas sesuai identifikasi masalah, pemecahan masalah, penyusunan rencana kegiatan, merealisasikan kegiatan, dan menganalisis peluang usaha. Hal tersebut dapat mengakibatkan kemandirian petani juga meningkat. Sedangkan peran penyuluh pemerintah terhadap regenerasi petani bukan pengaruh langsung melainkan pengaruh tidak langsung yang melalui peran penyuluh swadaya.













DAFTAR PUSTAKA
Wardani, dan Oeng Anwarudin. 2018. Peran penyuluh terhadap penguatan kelompok tani dan regenerasi petani di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jurnal TABARO. 2(1): 191-200.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review jurnal- Karta Wijaya

Review Jurnal - Daffa Ryan Pramadytha Salam (18/427726/PN/15506)

REVIEW JURNAL