Review Jurnal- Indri Atania


REVIEW JURNAL
Nama   : Indri Atania br Kemit
NIM    : 18/427783/PN/15563

STRATEGI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN DALAM MERUBAH PARADIGMA PETANI PADA PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN DUNGLIYO KABUPATEN GORONTALO

Siswan Y Gaib, Asda Rauf, Yanti Saleh

            Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian di sektor pertanian. Sektor pertanian berperan untuk menyediakan kebutuhan pangan penduduk seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk Indonesia saat ini hampir mencapai 237,64 juta jiwa. Oleh karena itu, sumberdaya yang ada di Indonesia terutama di sektor pertanian diharapkan mampu untuk (1) mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan, (2) meningkatkan diversifikasi pangan, (3) meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor, dan (4) meningkatkan kesejahteraan petani.
            Teknologi budidaya padi sawah yang digunakan petani selama ini masih relatif sederhana, masih banyak menggunakan varietas lokal dan varietas unggul tidak berlabel. Cara tanam tidak beraturan, baik dengan caplak satu arah atau caplak dua arah, sehingga populasi rendah, serta penggunaan pupuk sangat tergantung dengan dana yang ada. Inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi padi terus dilakukan untuk mendapatkan paket teknologi spesifik diantaranya dengan sistem tanam jajar legowo. Teknologi budidaya yang sudah dihasilkan tidak sepenuhnya dapat diterapkan oleh petani, seperti pemupukan berimbang, karena sangat tergantung dengan kemampuan ekonomi masing-masing petani. Akan tetapi, teknologi budidaya dapat cepat diadopsi dan berkembang apabila komponen teknologi tersebut tidak memerlukan tambahan dana serta memberikan nilai tambah. Untuk lebih meningkatkan hasil produksi padi sawah maka perlu adanya inovasi teknologi bagi petani yang dibantu oleh penyuluh pertanian. Tujuan penyuluhan pertanian adalah mengembangkan petani dan keluarganya secara bertahap agar memiliki kemampuan intelektual yang semakin meningkat, perbendaharaan informasi yang memadai dan mampu memecahkan serta memutuskan sesuatu yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya..
            Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo diambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata ”lego” berarti luas dan ”dowo” berarti memanjang. Legowo diartikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1, dan seterusnya.
            Adapun tujuan penelitian ini, antara lain: 1) mengetahui perilaku petani dalam mengadopsi informasi penyuluh terkait sistem jajar legowo di Kecamatan Dungalio; 2) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan sistem jajar legowo di Kecamatan Dungalio; 3) menyusun strategi penyuluhan dan komunikasi pertanian dalam penerapan sistem jajar legowo di Kecamatan Dungalio.
            Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan petani dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber lain yang sudah ada sebelumnya dan diolah kemudian disajikan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo. Selanjutnya untuk menyusun strategi pendekatan penyuluhan dan komunikasi pertanian dalam penerapan jajar legowo dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats) untuk mengetahui strategi pendekatan penyuluh dalam merubah kebiasaan atau perilaku petani pada penerapan sistem jajar legowo di Kecamatan Dungolio Kabupaten Gorontalo.
         Strategi penyuluhan dan komunikasi pertanian dalam penerapan sistem jajar legowo di Kecamatan Dungalio berdasarkan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats). Faktor internal berdasarkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal berdasarkan peluang dan ancaman. Secara umum kekuatan (strenght) utamanya, yaitu sebagian besar petani tergabung dalam kelompok tani dan peran aktif dalam kerjasama kelompok tani. Sedangkan, kelemahan (weakness) utamanya, yaitu sistem tanam jajar legowo membutuhkan modal besar dan sulitnya proses penanaman sistem jajar legowo. Apabila ditinjau dari faktor eksternalnya, yaitu peluang (opportunity), peluang utamanya adalah penerapan sistem tanam jajar legowo mendapat perhatian dan dukungan pemerintah terkait (Dinas Pertanian) serta adanya penyediaan bantuan Alsintan dan saprodi dari pemerintah untuk menunjang penerapan sistem tanam jajar legowo. Adapun ancaman (threats) utamanya, yaitu upah buruh tani yang semakin besar dan alat tanam yang diberikan belum sesuai dengan letak dan kondisi lahan.
            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan sistem jajar legowo mendapatkan respon positif dari mayoritas petani di Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil penelitian dari 54 responden, 34 atau 62,97%  responden menerapkan sistem ini dengan alasan karena menguntunkan dan 20 orang atau 37,03% menggunakan jajar legowo dengan alasan karena mencoba-coba; 2) faktor internal berupa umur, status lahan, pengetahuan petani tentang  keuntungan jajar legowo, faktor eksternal : peran dari lembaga penyuluhan, adanya dukungan pemerintah, bantuan alsintan dan sarana produksi; 3) strategi penyuluhan dalam penerapan sistem jajar legowo melalui diagram analisis SWOT diketahui bahwa kekuatan yang dimiliki lebih besar  dari pada kelemahannya, menghasilkan sumbu X dalam diagram SWOT, dan berada dikuadran I yaitu mendukung strategi yang agresif atau strategi SO (Strenght – Opportunities), situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin.





Sumber :
Siswan, Y. G., A. Rauf, dan Y. Saleh. 2017. Strategi penyuluhan dan komunikasi pertanian
            dalam merubah paradigma petani pada penerapan sistem jajar legowo di Kecamatan
            Dungliyo Kabupaten Gorontalo. Jurnal AGRINESIA 2(1) : 43-55

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review jurnal- Karta Wijaya

Review Jurnal - Daffa Ryan Pramadytha Salam (18/427726/PN/15506)

REVIEW JURNAL