Review Jurnal - Masfira


REVIEW JURNAL
STRATEGI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN DALAM MERUBAH PARADIGMA PETANI PADA PENERAPAN SISTEM JAJAR LEGOWO DI KECAMATAN DUNGALIYO KABUPATEN GORONTALO

Masfira
18/430504/PN/15821
B5

Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi Indonesia karena sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia memanfaatkan sumber daya yang ada di sektor pertanian. Padi merupakan bahan makanan pokok sehari hari pada kebanyakan penduduk di Negara Indonesia. Inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi padi terus dilakukan untuk mendapatkan paket teknologi spesifik diantaranya dengan sistem tanam jajar legowo. Upaya untuk meningkatkan hasil panen padi per satuan luas, juga harus diiringi dengan keberlanjutan teknologi yang dikenalkan serta bergantung terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi petani. Oleh karena itu peran penyuluh sangat diperhatikan baik dari pendekatan, komunikasi dan metode penyuluhannya dalam merubah paradigma para petani agar menerapkan sistem jajar legowo agar dapat meningkatkan pendapatan dan tingkat efisiensi petani. Upaya transfer pengetahuan, teknologi dan informasi kepada petani merupakan salah satu kunci strategis untuk penyuluh, pendamping petani, dan para pemangku kepentingan pertanian hendaknya mampu mendorong tumbuhnya petani yang mandiri, menjadi wirausahawan pertanian, dan tidak tergantung lagi pada intervensi dari luar,misalnya bantuan pangan luar, bantuan program,dan bantuan lainnya ini harus di hilangkan, untuk menghilangkan cara berpikir petani seperti ini butuh sebuah strategi pendekatan dan metode-metode dari para penyuluh guna untuk menerapkan kemandirian bagi para petani.
Hasil penelitian menunjukkan perilaku petani dalam mengadopsi sistem tanam jajar legowo yakni penerapan sistemjajar legowo mendapatkan respon positif dari mayoritas petani di Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo,berdasarkan hasil penelitian dari 54 responden, 34 atau 62,97% responden menerapkan sistem ini dengan alasan karena menguntungkan dan 20 orang atau 37,03% menggunakan jajar legowo dengan alasan karena mencoba-coba, karena inovasi ini terhitung maka baru belum seutuhnya langsung diterapkan oleh petani secara keseluruhan. Petani masih perlu waktu yang cukup lama agar inovasi tersebut dapat diadopsi dan menjadi bagian dari kebutuhan petani sebagai pengguna. Identifikasi faktor intenal dan eksternal yang mempengaruhi petani pada penerapan sistem jajar legowo: faktor internal berupa umur, status lahan, pengetahuan petani tentang keuntungan jajar legowo, dan faktor eksternal : Peran dari lembaga penyuluhan, adanya dukungan pemerintah,bantuan alsintan dan sarana produksi. Strategi penyuluhan dalam penerapan sistem jajar legowo melalui diagram analisis SWOT diketahui bahwa kekuatan yang dimiliki lebih besar dari pada kelemahannya, menghasilkan sumbu X dalam diagram SWOT, strategi penyuluhan dalam penerapan sistem jajar legowo berada dikuadran 1 yaitu mendukung strategi yang agresif atau strategi SO (Strenght – Opportunities), dimana petani memiliki fungsi kuat yang ditunjukkan oleh kekuatan dan peluang yang dimiliki, situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin,dimana peran aktif dan kerjasama kelompok tani mempermudah lembaga penyuluhan dalam mensosialisasikan terkait penerapan jajar leowo, dukungan kelompok tani pada penerapan sistem jajar legowo semakin meningkat disebabkan karena adanya bantuan alsintan dan sarana produksi dari pemerintah sebagai penunjang dalam menerapkan sistem jajar legowo.


SUMBER:
Gaib, S. Y., A. Rauf, dan Y. Saleh. 2017. Strategi penyuluhan dan komunikasi pertanian dalam merubah paradigm petani pada penerapan sistem jajar legowo di Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 2(1): 43-55.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review jurnal- Karta Wijaya

Review Jurnal - Daffa Ryan Pramadytha Salam (18/427726/PN/15506)

REVIEW JURNAL