Review Jurnal - Millenia Lianjani
Nama :
Millenia Lianjani
No :
18/427869/PN/15649
Gol :
B5
Strategi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
dalam Merubah Paradigma Petani pada Penerapan Sistem Jajar Legowo Di Kecamatan
Dungaliyo Kabupaten Gorontalo.
Pertanian merupakan sektor penting
bagi Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia memanfaatkan
sumberdaya yangada pada sekor pertanian sebagai mata pencaharian mereka. Padi
merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Padi merupakan salah satu sumber
karbohidrat dan sumber energi bagi tubuh. Teknologi budidaya padi sawah yang
selama ini digunakan masih relative sederhana, mereka masih banyak menggunakan
varietas-varietas lokal dan varietas unggul tapi tidak berlabel. Cara tanam
yang digunakan juga masih tidak berarturan, baik dengan caplak satu arah atau
dua arah, sehingga populasinya rendah. Pupuk yang digunakan juga sangat
tergantuk dengan dana yang dimiliki.
Sistem jajar legowo adalah rekayasa
teknologi yang diperuntukan untuk memperbaiki produktivitas usaha tani padi. Teknologi
ini merupakan perubahan teknologi yang tadinya teknologi jarak tanam tegel
menjadi tanam jajar legowo. Perubahan ini adalah upaya untuk meningkatkan hasil
panen padi. Perubahan ini memerlukan perantara untuk dapat tersampaikan kepada
masyarakat. Oleh karena itu peran penyuluh sangat diperhatikan baik dari
pendekatan, komunikas dan metode penyuluhannya dalam merubah paradigm para
petani agar menerapkan sistem jajar legowo agar dapat meningkatkan pendapatan
dan tingkat efisiensi petani.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani dalam mengadobsi informasi
penyuluh terkait sistem jajar legowo di Kecamatan Dungalio, untuk
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi petani dalam
menerapkan sistem jajar legowo di Kecamatan Dungalio, untuk menyusun strategi
penyuluhan dan komunikasi pertanian dalam penerapan sistem jajar legowo di
Kecamatan Dungalio.
Penelitian ini merupakan jenis
penelitian survey. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dta
primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan petani dengan
menggunakan daftar pertanyaan atau kuisioner, sedangkan data sekunder diperoleh
dari sumber lain yang sudah ada sebelumnya dan diolah kemudian disajikan.
Peneliti mengamati bahwa program sistem
tanam jajar legowo telah berhasil diimplementasikan dan diterima oleh sebagian
petani di Kecamaan Dungalio. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara peneliti
dengan petani, dari 54 responden 34 diantaranya atau 62,97% menerapkan sistem
tanam jajar legowo dengan alasan karena menguntungkan dan 20 orang sisanya atau
37,03% menerapkan sistem jajar legowo dengan alasan karena ingin mencoba-coba. Hal
ini dikarena inovasi masih terhitung baru sehingga petani masih butuh waktu
untuk dapat diadobsi dan menjadi kebutuhan bagi petani sebagai pengguna.
Penerapan
sistem ini juga dipengaruhi beberapa faktor internal dan eksternal. Faktor internal
diantaranya adalah umur, semakin muda seorang petani semakin mudah menerima
teknologi baru dibadingkan petani tua. Pengetahuan petani tentang keuntungan
sistem tanam jajar legowo dapat menghambat pengadobsian program. Peran aktif
kelompok tani mempermudah penyampaian ingormasi oleh prnyuluh. Kemudian faktor
eksternalnya adalah adanya peran dari lembaga penyuluhan, adanya dukungan dari
pemerintah untuk menerapkan sistem tanam jajar legowo dengan dikeluarkannya
keputusan Direktur Jendral Tanaman Pangan Nomor 18/kpa/sk.3101 c/2/2016 tentang
pentunjuk teknis Teknologi Tanam Jajar Legowo. Bantuan sarana produksi dari
pemerintah menarik para petani untuk menerapkan sistem tanam jajar legowo. Menurut
analisi yang dilakukan peneliti dengan analisis SWOT petani memiliki fungsi
yang kuat dimana keakifan kelompok tani sangat membantu lembaga penyuluh daam
mensosialisasikan penerapan sistem tanam jajar legowo.
Sumber
Gaib, S. Y., Rauf, A
dan Saleh, Y. 2017. Strategi
Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dalam Merubah Paradigma Petani pada
Penerapan Sistem Jajar Legowo Di Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Agrinesia. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 2(1), 43-55.
Komentar
Posting Komentar