REVIEW JURNAL-RADYA SAIFA SYAHMA
Pemanfaatan Cyber Extension melalui Telepon Genggam oleh Petani Anggrek
di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan
Radya Saifa Syahma (18/427870/PN/15650)
di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan
Radya Saifa Syahma (18/427870/PN/15650)
Indonesia
merupakan salah satu Negara ASEAN yang menghadapi pasar bebas ASEAN atau ASEAN
Free Trade Area (AFTA), dimana memungkinkan seluruh negara di wilayah ASEAN
untuk melakukan transaksi perdagangan bebas. Hal tersebut menjadikan Indonesia
sebagai salah satu pasar yang menjadi incaran pengusaha negara ASEAN lainnya.
Hal itu pula menjadikan peluang bagi pengusaha dari Indonesia maupun petani
untuk dapat mengebangkan usaha dan bersaing. Untuk dapat bersaing dengan negara
ASEAN lainnya, dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sebagai
senjata dalam bersaing. Contohnya adalah dngan pemanfaatan teknologi dan sumbe
daya. Hal tersebut dapat menuntut para petani untuk dapat berfikir kreatif
dalam menggunakan teknologi yang ada untuk menyelesaikan permasalahan yang
dihadapinya. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat ditempuh adalah
cyber extension. Cyber extension
adalah salah satu media penyuluhan berbasis teknologi modern yang dapat
dimanfaatkan oleh petani, penyuruh, dan pelaku usaha untuk memperoleh
informasi, mengembangkan usaha pertanian, dan mendorong para petani untuk lebih
mandiri dalam mengembangkan usaha taninya. Cyber
extension diharapkan dapat meningkatkan keberdayaan petani melalui
penyiapan informasi pertanian yang tepat waktu dan relevan kepada petani dalam
mendukung proses pengambilan keputusan berusaha tani agar dapat meningkatkan
produktivitasnya, keuntungannya, dan kesejahteraannya.
Salah
satu contoh dari kejadian diatas adalah upaya yang dilakukan oleh para petani tanaman
hias, dimana tanaman hias merupakan komoditi bernilai tinggi di Indonesia
khususnya tanaman anggrek. Dalam persaingan pasar dunia yang bebas, dibutuhkan
pemanfaatan teknologi informasi sebagai media agar dapat mengembangkan usaha
dan bersaing. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi adalah cyber extension, dimana para petani,
penyuluh, dan stakeholders lainnya belajar untuk menggunakan teknologi sehingga
dapat melihat bagaimana perkembangan tanaman anggrek yang sedang diminati,
proses pembudidayaan, pemanenan, pasca panen, hingga melakukan transaksi jual
beli.
Salah
satu daerah yang memiliki pasar tanaman anggrek yang dapat menarik wisatawan
adalah DKI Jakarta. Di daerah Jakarta Selatan contohnya, daerah tersebut
memiliki Taman Anggrek Ragunan yang didirikan oleh pemerintah DKI Jakarta yang
berfungsi sebagai agrowisata dan sebagai pasar tanaman hias yang melayani
pembelian baik eceran maupun grosir. Tanaman Anggrek Ragunan ini memiliki luas
area ± 45 Ha dan dikelola oleh gabungan kelompok tani Prima Tani yang terbagi
dalam 45 kavling, sehingga masing-masing kavling seluas 1 Ha yang berupa Screen
House yang dikelola oleh 1 orang petani dan dibantu oleh 3 orang karyawan.
Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi cyber
extension yang dilakukan adalah untuk mengakses informasi melalui telepon
genggam membantu memasarkan tanaman anggrek. Karena hal itulah jurnal ini
dibuat yang bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik responden dan
lingkungan dengan perilaku petani dalam pemanfaatan cyber extension (HP dan internet) untuk mendukung kegiatan usaha
tani serta mengetahui manfaat terhadap usaha tani tanaman anggrek menggunakan cyber extension. Jurnal ini merupakan
penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan metode survey.
Pendeskripsian mengenai hubungan antara perubah bebas yaitu karakteristik
responden dan lingkungan dalam memanfaatkan cyber extension, serta peubah tidak
bebasnya yaitu perilaku dalam pemanfaatan cyber extension dan manfaat usaha
tani tanaman anggrek dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan interview
kepada seluruh petani anggrek di Taman Anggrek Ragunan sebanyak 35 orang.
Metode penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan
kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Taman Anggrek Ragunan
Jakarta Selatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari – Maret 2015.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, interview, dan
juga dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani tanaman
anggrek yang berada di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan. Penelitian ini
menggunakan metode sensus, merupakan suatu teknik pengambilan sampel yang
meliputi keseluruhan jumlah anggota populasi (Arikunto, 1998). Hal ini
dikarenakan jumlah populasi yang tidak terlalu banyak sehingga jumlah responden
sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis koefisien
korelasi pearson product moment (r) untuk mengetahui hubungan peubah independen
dengan peubah dependen.
Karakteristik responden merupakan peubah yang berhubungan dengan
perilaku responden dalam memanfaatkan media cyber
extension dan berhubungan dengan manfaat sebelum dan setelah pemanfaatan cyber extension. Pemanfaatan cyber extension merupakan salah satu media
penyuluhan yang dapat digunakan untuk membantu responden mengembangkan usaha
tani tanaman anggrek. Tingkat pendidikan responden sebanyak 33 orang sudah
memiliki pendidikan kategori tinggi (> SMA). Responden yang memanfaatkan
teknologi informasi seperti Hp, cenderung memiliki pendidikan yang relatif
tinggi karena memahami pentingnya penggunaan media teknologi tersebut.
Pendidikan yang memadai juga akan membantu responden dalam meningkatkan
pengetahuan dan keterampilannya yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya
kegiatan usaha tani. Kepemilikan TI berada pada kategori rendah karena hanya
memiliki telepon genggam saja. Meskipun berada pada kategori rendah,
pemanfaatan telepon genggam dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan.
Pemanfaatan dan aplikasi cyber extension
yang maksimal digunakan responden adalah melalui telepon genggam. Telepon
genggam digunakan oleh responden dalam berkomunikasi di keseharian, terutama
untuk mengecek kondisi kavling. Selain itu, telepon genggam dimanfaatkan untuk
menerima orderan baik dari dalam maupun dari luar kota. Dengan memanfaatkan
teknologi telepon genggam yang sudah berinternet, efektivitas yang dirasakan
responden adalah dapat mengakses informasi berbasis teknologi untuk membantu
pengembangan usaha tani lebih cepat dan lebih simpel hanya dengan genggaman
tangan. Efisiensi dari segi waktu dan biaya juga dirasakan oleh responden
ketika menggunakan telepon genggam, dibandingkan menggunakan komputer dan
telepon rumah.
Hubungan yang negatif antara keberadaan pertemuan dengan penyuluh
terhadap perilaku dalam pemanfaatan teknologi komputer dapat dipahami karena
pertemuan dengan penyuluh merupakan salah satu bentuk komunikasi tatap muka
yang langsung terjadi. Berbeda ketika menggunakan komputer, maka komunikasi
yang terjadi tetap bisa dua arah, namun menggunakan komputer sebagai media.
Responden menyatakan bahwa lebih mudah berkomunikasi langsung dengan penyuluh
dibanding menggunakan komputer terlebih dahulu, sehingga tanda negatif pada
nilai korelasi tersebut menyatakan hubungan yang tidak searah. Pelatihan dalam
menggunakan komputer juga masih sangat minim diberikan kepada responden. Indikator
keberadaan pertemuan dengan kelompok tani memiliki hubungan korelasi positif
dengan kecenderungan sikap terhadap pemanfaatan telepon rumah. Keberadaan
kelompok tani dapat membantu responden dalam melaksanakan kegiatan usaha tani.
Biasanya untuk menghubungi kelompok tani dan berkomunikasi dengan kantor
Gapoktan, Gapoktan memiliki telepon rumah sehingga responden lebih mudah
berkomunikasi dengan kelompok tani tanpa harus datang ke kantor Gapoktan. Keberadaan
media cetak terhadap kecenderungan sikap terhadap pemanfaatan telepon rumah
memiliki korelasi negatif. Media cetak merupakan media yang dimiliki oleh
responden, dengan cara berlangganan baik harian, mingguan maupun bulanan.
Dengan adanya media cetak, biasanya responden tidak menggunakan telepon rumah
untuk memperoleh informasi karena media cetak di rasa sudah cukup. Ketersediaan
komputer dan jaringan komputer berinternet berkorelasi positif dengan
peningkatan produk dan profit keuntungan. Penggunaan komputer bagi responden
adalah untuk menyimpan data penjualan dan permintaan karena beberapa responden
menyatakan komputer tidak disambungkan dengan jaringan internet. Dengan adanya
data tersebut, responden dapat mengkalkulasikan penjualan perbulan bahkan
pertahun sehingga dapat melihat bagaimana grafik konsumen serta keuntungan yang
diperoleh.
SUMBER
REFERENSI
Dasli, A. P. E., P.
Muljono, D. Susanto. 2015. Pemanfaatan
Cyber Extension melalui Telepon
Genggam oleh Petani Anggrek di Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan. Jurnal
Penyuluhan 11(2) : 103-115.
Komentar
Posting Komentar