Review Jurnal-Amartya Rahmawati
NAMA : Amartya Rahmawati
NIM : 18/427769/PN/15549
Gol/Kel : B5.1/1
Nama Jurnal : Jurnal Pertanian Agros Vol. 20 No.2
Tahun terbit : Juli 2018
Penulis : Juliana C. Kilmanun1 dan Serom
Judul artikel : PERAN MEDIA KOMUNIKASI DALAM TRANSFER TEKNOLOGI MENDUKUNG PENGEMBANGAN TAMAN AGROINOVASI DI KALIMANTAN BARAT
Balitbang memiliki suatu program yang dapat digunakan sebagai media diseminasi dan media pembelajaran. Program ini merupakan display inovasi teknologi yang terintegrasi dengan Kebun Benih atau Kebun Bibit Induk (KBI) dan pengembangan Strata IV KRPL yang disebut Taman Agroinovasi. Terdapat 6 cara untuk mengembangkan program tersebut yaitu yang pertama melakukan penanaman berbagai varietas tanaman. Kedua yaitu pemberian inovasi teknologi agar hemat lahan dan air. Ketiga yaitu mengembangkan teknologi dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Keempat yaitu pengembangan dalam pembuatan pupuk buatan atau kompos. Kelima yaitu pengembangan teknologi pacsca panen dan pengolahan hasil. Keenam yaitu pemberian contoh model pertanian Bioindustri dan plasma nutfah dengan mengoleksi Sumberdaya Genetik. Taman Agroinovasi dan Agroinovasi Mart perlu dipromosikan melalui beberapa media komunikasi agar program tersebut dapat diketahui dan didiseminasi kepada para pengunjung dan pengguna inovasi teknologi. Media komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk membantu transfer teknologi. Terdapat beberapa bentuk media komunikasi, yaitu siaran radio, siaran TV, leaflet, brosur, kunjungan lapangan atau penyuluhan dan pelatihan. Media komunikasi biasanya bersifat persuasif dan digunakan untuk menyampaikan informaasi kepada masyarakat. Penyuluh merupakan orang yang berperan sebagai komunikator dan bertugas dalam penyampaian pesan untuk merubah tingkah laku petani. Penyuluh sebagai komunikator memiliki tugas yaitu berkomunikasi dengan komunikan. Ketepatan dalam komunikasi dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu keterampilan dalam berkomunikasi, sikap dan mental, tingkat pengetahuan, dan posisi di dalam masyarakat. Agar penyuluhan dapat berhasil, maka diperlukan teknik komunikasi yang paling efektif sehingga sasaran penyuluhan mau menerapkan pengetahuan tersebut. Taman Agroinovasi merupakan wadah untuk menampilkan berbagai teknologi dari Balitbang Pertanian kepada pengunjung dengan tujuan agar dapat diadopsi oleh masyarakat perkotaan. Taman Agroinovasi memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Presentase teknologi dari Balitbang dari yang terbesar ke terkecil yaitu hidroponik, rumah kompos, vertikultur, Wallgarden, Tabulampot, dan Aquaponik. Hidroponik memiliki presentase terbesar karena hidroponik mudah dalam perawatan dan memiliki nilai estetika yang cukup tinggi. Rumah kompos menjadi teknologi dengan presentase terbesar kedua karena dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Wallgarden memiliki nilai presetase terbesar ketiga karena lahan di perkotaan sempit, sehingga dapat memanfaatkan dinding untuk menanam. Media komunikasi merupakan suatu alat perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke penerima. Presentasi media komunikasi dari yang terbesar hingga terkecil adalah leaflet, kunjungan lapangan, pelatihan, siaran TV, siaran radio, dan brosur. Leaflet paling diminati oleh pengunjung karena pada leaflet didapatkan informasi yang singkat dan padat. Kunjungan lapangan merupakan media komunikasi yang diminati kedua setelah leaflet karena dapat melihat teknologiya secara langsung, sehingga dapat dipraktekkan dan diaplikasikan dengan mudah di lokasi mereka. Penyuluhan sebagai media informasi diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup petani. Komunikasi dapat digunakan untuk mengkomunikasikan permasalahan dan solusi dari bawah merupakan esensial dalam pembangunan pertanian. Keberadaan penyuluh pertanian sebagai agen perubahan memiliki peran yang penting dalam pembangunan pertanian karena dapat berinteraksi langsung dengan petani. Agar penyuluh pertanian berhasil dalam menyampaikan informasi tentang inovasi teknologi, maka diiperlukan suatu media komunikasi. Media komunikasi yang tepat untuk kegiatan penyuluhan yang dapat menjangkau seluruh sasaran yaitu media massa. Media massa terbagi menjadi dua, yaitu media masa cetak berupa leaflet, brosur dan lain-lain serta media masa elektrnik sepeti radio, TV, CD, DVD, dan lain-lain. Media massa cetak lebih mengutamakan gambar atau foto yang menarik sehingga dapat tahan lama dan mudah disimpan. Media massa elektornik lebih mengutamakan audio dan visual sehingga lebih menarik sasaran. Media massa yang paling berdampak adalah pelatihan dan siaran TV karena dapat langsung dilihat dan mudah untuk dipraktekkan petani.
Komentar
Posting Komentar